welcome :

Rabu, 20 Februari 2013

tips n trik pencegah kehamilan

Mencegah Kehamilan Dengan Steril

Mencegah kehamilan dengan steril bagi kaum ibu yang tidak menghendaki anak lagi, sterilisasi merupakan pembedahan atau operasi yang cukup aman dan sederhana untuk laki-laki maupun wanita. Di banyak negara, pembedahan ini dilakukan tanpa dipungut biaya. Mintalah keterangan pada pusat kesehatan atau rumah sakit.
Bagi pria, mencegah kehamilan dengan steril dilakukan dengan pembedahan sterilisasi dinamakan vasektomi. pembedahan ini dapat dikerjakan di ruang praktek dokter atau Puskesmas. Sayatan kecil dibuat disini, sehingga saouran dari buah pelir (testis) pria dapat dipotong dan diikat. Pembedahan vasektomi tidak menimbulkan pengaruh sama sekali atas kenikmatan atau kemampuan seksual pria. Air maninya akan keluar seperti biasa, hanya tanpa sel-sel mani di dalamnya.
Mencegah kehamilan dengan steril pada wanita adalah dengan pembedahan sterilisasi dinamakan pengikatan tuba (tuba ligaton) yang artinya mengikat saluran indung telur. Tindakan ini dapat dikerjakan dengan cepat dan mudah.
Mencegah kehamilan dengan sterilisasi merupakan bentuk kontrasepsi paling populer di antara pasangan usia subur. Sterilisasi wanita dapat dilakukan kapan saja dan sering dilakukan saat sesar. Bagi wanita yang melahirkan per vaginam, periode pascapartum dini merupakan waktu yang sangat tepat, dan selama beberapa hari pascapartum oviduktus dapat dicapai melaluiinsisi infraumbilikus. Oleh karena itu, operasi secara teknis menjadi lebih mudah, dan pasien tidak perlu dirawat inap lama. Semua faktor tersebut secara kolektif menyebabkan sterilisasi pada waktu ini jauh lebih aman dibandingkan dengan sterilisasi yang dilakukan jauh setelah periode pascapartum. terdapat beragam teknik untuk sterilisasi tuba.
Posted in Cara Mencegah Kehamilan | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Kehamilan Secara Alami

Metode pencegahan kehamilan yang paling efektif adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual, namun hubungan intim adalah kebutuhan biologis yang dibutuhkan setiap individu. Beberapa alat pencegah kehamilan memang banyak dijual dipasaran bebas namun tak semua alat pencegah kehamilan memberikan hasil yang memuaskan.
Memang tak sedikit wanita yang menunda bahkan mencegah kehamilan itu sendiri. Berbagai macam alasan dilontarkan para wanita atau istri mengapa menunda atau mencegah kehamilan, padahal banyak wanita yang menginginkan kehamilan itu terjadi, beberapa alasan yang dilontarkan para wanita atau istri mengapa mencegah kehamilan, seperti : faktor psikologis : mengalami trauma saaat hamil, pernah mengalami keguguran, belum siap mental, belum siap secara ekonomi, dan alasan lainnya.
Cara Mencegah Kehamilan Secara Alami:
1. Coitus Interuptus
Metode atau cara ini paling banyak dilakukan oleh suami-istri dengan cara ketika melakukan hubungan seksual dengan syarat mengeluarkan alat vital pria dari lubang vagina sebelum pria merasakan ejakulasi. Ejakulasi merupakan keluarnya air sperma. Namun walaupun sel sperma telah dikeluarkan diluar lubang vagina tidak menutup kemungkinan terjadinya kehamilan.
2. Pantang Berkala
Cara kedua yang juga dikenal dengan cara menggunakan kelender yang dimaksud adalah pria melihat atau mengecek catatan siklus menstruasi yang dimiliki oleh pasangannya, apakah sedang dalam masa subur atau tidak yang memungkinkan untuk melakukan hubungan seksual tanpa terjadi kehamilan. Kehidupan sperma didalam rahim wanita dapat bertahan hingga 7 hari.
Yang harus Anda perhatikan dalam penghitungan masa subur dan masa tidak subur :
- Perhatikan siklus menstruasi Anda 6 bulan terakhir, siklus menstruasi yang biasa dialami oleh wanita tidak beragam / tidak selamanya sama, yaitu antara lain : 21 hari, 28 hari dan atau 35 hari.
- Masa ovulasi terjadi pada hari ke 14 – 15.
- Masa subur adalah 3-4 hari sebelum dan seseudah masa ovulasi.
- Untuk menghitung masa subur dan masa tidak subur secara detail sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetrik dan Ginekologi. Namun perlu Anda ingat bahwa metode ini tidak menjamin 100% keberhasilannya, sekian prosen wanita yang secara tidak sengaja hamil dengan cara ini.
3. Alat Kontrasepsi
Alat kontrasepsi memiliki banyak jenis yang biasa digunakan oleh para wanita yang biasa digunakan dalam menggunakan atua memilih alat kontrasepsi yang sekiranya aman atau dapat mencegah kehamilan, seperti kondom, pil KB, Norplant, suntik, Inplant/IUD.
- Kondom
Kondom merupakan alat kontrasepsi yang paling banyak digunakan dan menjadi pilihan utama untuk menghindari atau mencegah kehamilan, guna dari kondom tak hanya demikian. Tujuan pemakaian kondom saat melakukan aktivitas seksual adalah mencegah diri dari bahaya penyakit kelamin, mencegah alat vital dari infeksi kuman atau bakteri penyebab virus HIV/AIDS. Kondom dipilih sebagai alat kontrasepsi yang aman karena harganya murah, mudah didapat dan mudah digunakan. Kondom yang juga memiliki aneka rupa dan warna, jika digunakan dengan baik dan benar dapat mencegah kehamilan.
- Pil KB
alat kontasepsi yang juga banyak menjadi pilihan para ibu atau wanita adalah Pil KB, dengan menggunakan pil KB dipercaya dapat mencegah kehamilan atau menunda kehamilan berikutnya. Pil KB berfungsi sebagai pengendali dan melindungi indung telur agar tidak melepas sel telur. apabila sel telur sudah terlepas, pil KB masih dapat menghalangi telur agat tidak tertanam dengan cara menjaga saluran urine tidak terlalu menebal. Penggunaan pil KB juga dapat dikatakan alat kontrasepsi yang paling efktif dan disukai pria dibanding dengan menggunakan kondom. Namun menggunakan alat kontrasepsi seperti pil KB ini sering kali membuat banyak wanita mengalami siklus menstruasi yang tidak lancar dan tidak mormal. Akhirnya pil KB mempertebal serviks.
- Norplant
Norplant atau Susuk adalah termasuk hormon yang cara kerjanya tidak berbeda dengan pil KB. Dokter akan menanamkan kedalam lengan tanganmu enam benda kecil sebesar batang korek yang akan terus-menerus melepaskan hormon. Mereka bisa dipakai selama lima tahun dan bisa mendapatkan gantinya yang baru. Cara pencegah kehamilan ini dianggap aman dengan tingkat pencegahan lebih dari 99 persen.
- Suntik / Injeksi
Obat yang kerap kali digunakan, yaitu : Depo-Provera. Depo-Provera adalah hormon yang diinjeksikan ke dalam pantatmu atau lengan tanganmu oleh dokter setiap tiga bulan sekali atau sebulan sekali (ada dua pilihan). Ia juga memiliki cara kerja mirip dengan Pil KB dan Norplant. Depo-Provera memiliki tingkat pencegahan kehamilan lebih dari 99 persen dan harganya yang relatif murah.
- Diagfragma/Kap Serviks Uterus
Keduanya adalah kap-kap karet yang dimasukkan ke dalam vagina kira-kira enam jam sebelum berhubungan intim. Mereka akan menutupi pembukaan serviks sehingga sperma tidak bisa masuk ke dalam rahim / uterus. Spermisida juga disertakan dalam kedua produk ini sebagai senjata tambahan pembunuh sel sperma. Anda harus mengunjungi dokter agar bila terpasang dengan benar dan harus memiliki resep untuk mendapatkan diafragma atau kap serviks uterus.
4. Steril / MOW dan MOP
MOW = Metode Operasi Wanita, yaitu : dengan cara memutus atau memasang cincin pada tuba falopi untuk mencegah sampainya sel telur dari ovarium menuju ke uterus.
MOP = Metode Operasi Pria, yaitu : metode kontrasepsi yang berfungsi untuk mencegah sel sperma keluar dari testis (tempat produksi sel sperma).
MOP dan MOW dilakukan oleh dokter spesialis obsterik dan ginekologi, di kamar bedah.
Posted in Cara Mencegah Kehamilan | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tips Mencegah Kehamilan

Setiap pasangan yang sudah menikah pastinya menginginkan kehadiran sang buah hati untuk melengkapi keutuhan keluarga, berapa banyak wanita yang menginginkan kehamilan sampai bertahun-tahun, namun kenyataannya tak sedikit pula wanita atau istri yang menunda kehamilan dengan berbagai alasan misalnya : kesiapan mental, kesiapan ekonomi dan kesiapan komitmen kedua belah pihak yang membuat beberapa pasangan suami-istri menunda kehamilan.
Salah satu cara terbaik dan dikatakan berhasil 100 % adalah dengan Tidak Melakukan Hubungan Suami-Istri. Namun ada cara lainnya yang dapat dilakukan untuk menunda atau mencegah kehamilan itu cepat terjadi, diantaranya :
1. Tidak melakukan hubungan seks
Tidak melakukan hubungan intim merupakan cara yang pasti berhasil 100 % dijamin tidak terjadi kehamilan. Hal ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang bekerja sebagai wanita karir dengan kepadatan atau kesibukan pekerjaan dikantor.
2. Berhubungan seks tanpa penetrasi
Cara terbaik mencegah kehamilan memang dengan tidak melakukan aktivitas seksual. Namun anda masih dapat melakukan hubungan seksual tanpa penetrasi. Anda masih dapat memuaskan pasangan dengan melakukan oral seks atau hubungan seksual sederhana, namun yang dibutuhkan adalah memastikan pasangan pria tidak memasukkan alat vitalnya ke lubang vagina atau dengan mengeluarkan sperma diluar vagina.
3. Gunakan Kondom
Jika ingin melakukan hubungan intim bersama pasangan, pasangan (pria) menggunakan kondom untuk menghindari kehamilan saat berhubungan intim. Kondom memang merupakan alat kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan, jika digunakan dengan cara benar dan tepat. Kondom mampu menghalangi pembuahan dari sel sperma pria hingga 98 %, dengan demikian sperma pria akan tertahan pada kondom dan sangat kecil kemungkinannya dapat membuahi sel telur pasangannya.
4. Berhubungan seks pada masa tidak subur
Berhubungan seksual pada saat masa tidak subur wanita juga memiliki kemunugkinan tidak terjadinya kehamilan. Jika anda pria yang ingin melakukan hubungan seksual, lihat dan tanyakan terlebih dahulu apakah pasangan anda (wanita) sedang dalam masa subur atua tidak, atau dengan menghitung kalender menstruasi pada wanita. Namun dengan cara menghitung kalender ini hanya mengurangi sedikit kemungkinan dari pencegahan kehamilan dan tidak 100 % terjamin tidak terjadi kehamilan.
5. Tidak akan hamil pada hubungan pertama kali
Sebuah mitos mengatakan bahwa melakukan hubungan intim pertama kali tidak akan membuahkan kehamilan. Memang sangat kecil kemungkinannya terjadi kehamilan pada hubungan seksual pertama kali.
Posted in Cara Mencegah Kehamilan | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Kehamilan

Setiap wanita yang telah menikah pastinya menginginkan kehadiran buah hati ditengah-tengah keluarga kecil untuk menambah kehangatan keluarga. Namun tak jarang pula ada beberapa wanita yang menunda kehamilan atau mencegah kehamilan dengan berbagai alasan, meski demikian banyak cara yang dilakukan para wanita atau istri ketika usai melakukan aktivitas seksual dengan pasangan untuk menghindari kehamilan. Selain itu banyak faktor lainnya yang memicu seorang wanita atau istri menunda kehamilan atau mencegah kehamilan sampai waktu yang diinginkan.
Alasan paling umum mengapa wanita atau istri menghindari kehamilan atau menunda kehamilan yang dipengaruhi banyak faktor mulai dari segi psikologis, ekonomis dan alasan faktor lainnya, berikut alasan sederhana mengapa wanita mencegah atau sekedar menunda kehamilan, diantaranya :
1. Faktor Psikologis
Faktor psikologis, jika dilihat dari segi mental. Beberapa wanita ada yang menunda kehamilan dengan alasan masih ingin menikmati masa indah bersama pasangan sebelum hadirnya si buah hati, belum siap dengan hadirnya momongan baru ditengah keluarga kecil.
Serta alasan lainnya seperti :
- Sebagian wanita yang sudah menikah dan masih aktif bekerja, memilih menunda kehamilannya karena alasan karir yang saat ini sedang bagus dijalankan, kesibukan akan pekerjaan.
- Mental yang belum siap.
- Memberi jarak kehamilan berikutnya dengan kehamilan pertama.
- Pernah mengalami keguguran sebelumnya atau pengalaman kehamilan pertama yang membawa perubahan tubuh yang sangat drastis.
- Adanya gangguan kesehatan atau penyakit yang dialaminya.
2. Jika dilihat dari segi ekonomis
Banyak hal yang melatar belakangi mengapa wanita atau istri menunda atau mencegah kehamilan. Kemungkinan disebabkan karena ingin memberi jarak kehamilan pertama dengan kehamilan berikutnya, keadaan ekonomi yang dijalaninya, dll.
Adapula cara lainnya yang dilakukan wanita untuk mencegah dan menunda kehamilan ketika usai melakukan aktivitas hubungan intim dengan pasangan, berikut cara yang dilakukan para wanita atau istri untuk mecegah kehamilan usia berhubungan inti, diantaranya :
1. Mengeluarkan penis sebelum ejakulasi
Mengeluarkan penis dari vagina wanita sebelum terjadi ejakulasi pada pria atau sebelum pria mengeluarkan cairan sperma di dalam lubang vagina. Cara ini memiliki tingkat keberhasilan 81-96 %. Banyak wanita yang berpikir bahwa jika pria mengeluarkan penis sebelum ejakulasi, sperma tidak akan mampu membuahi telur.
Tetapi pada sebagian pria juga dapat menghasilkan sperma ketika pra-ejakulasi. Ketika pra-ejakulasi penis pria juga dapat terangsang dan tidak menutup kemungkinan mengandung sperma yang dapat menyebabkan kehamilan.
2. Douching
Beberapa wanita ada yang melakukan douche (semprotan air obat) ke dalam vagina guna mencegah terjadinya kehamilan, namun cara ini dianggap beresiko dan salah karena akan mengakibatkan infeksi jamur pada vagina. Meski demikian douching dapat membantu membersihkan saluran vagina.
3. Tidak perlu orgasme
Ketika wanita melakukan hubungan seksual, tubuh wanita banyak mengalami perubahan selama hubugan seksual yang sedang berlangsuung, baik ketika wanita merasakan kesenangan karena memuncaknya gairah seksual atau tidak merasakan hubungan intim tersebut. Kehamilan juga dapat terjadi meski wanita tidak memiliki orgasme sekalipun.
4. Melakukan seks pada saat menstruasi
Sebuah fakta membenarkan bahwa ketika melakukan hubungan seksual disaat wanita sedang menstruasi tidak akan menyebabkan kehamilan itu terjadi, namun hal tersebut bukan lah menjadi suatu jaminan. Beberapa wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Adapula pendapat lainnya, bahwa melakukan hubungan seksual usai wanita mengalami siklus menstruasi dapat menyebabkan kehamilan karena pada saat itu wanita melepas sel telur pada saat ovulasi yang siap dibuahi. Hal tersebut dilatar belakangi oleh sel sperma yang dapat hidup dalam rahim wanita hingga 7 hari, meskipun melakukan hubungan seksual saat menstruasi, sel sperma akan tetap menunggu masa ovulasi berakhir.
5. Hubungan seksual pertama kali (virgin sex)
Sebuah pendapat lainnya, mengatakan bahwa seorang wanita dapat hamil ketika melakukan hubungan seksual untuk kali pertama, beberapa wanita percaya bahwa selaput dara (hymen) atau selaput tipis di pembukaan lubang vagina dapat mencegah sperma dari pemupukan sel telur. Namun hal tersebut belum tentu benar adanya, pada sebagian wanita tidak akan mengalami kehamilan yang cepat dari hubungan seksual yang pertama kali dilakukannya.
Selaput dara dalam vagina tidak hanya meregang saat kehamilan, wanita yang gemar berolahraga menunggang kuda juga akan mengalami peregangan selaput dara sebelum berhubungan intim.
6. Minum pil KB
Banyak wanita berpendapat bahwa dengan minum pil KB akan mencegah kehamilan itu terjadi, pengaruh atau efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi dengan minum pil KB akan menyebabkan bertambahnya bobot tubuh secara cepat. Menurut Feminist Women’s Health Center, kemamupuan pil KB dapat mencegah kehamilan dengan tingkat keberhasilan 92-99,7 %.
Namun pil KB yang belum tentu berhasil mencegah kehamilan karena sebagian wanita ada yang salah dalam menggunakan pil KB, namun beberapa wanita tidak berpikir jika minum pil KB pada waktu yang sama setiap harinya dan sesuai dengan petunjuk yang benar, maka pil KB dapat mencegah kehamilan dengan ke-efektifan tingkat keberhasilan hingga 99 %.
Ada metode atau cara lainnya yang harus dipahami oleh seorang wanita dan pria ketika bersepekat untuk mncegah dan menunda kehamilan, yakni dengan metode ritmik. Metode ritmik adalah metode dimana sepaxsang suami-istri menghindari hubungan intim pada saat siklus masa subur wanita. Pada saat terjadi ovulasi (pelepasan sel telur dari indung telur) pada wanita yang terjadi 14 hari dan kurang lebih 2 hari sebelum hari pertama menstruasi berikutnya. Sel telur hanya mampu bertahan hingga 24 jam, dan sperma mampu bertahan selama 48 jam setelah melakukan hubungan intim. Proses pembuahan terjadi, apabila hubungan seksual dilakukan 2 hari sebelum ovulasi dan 1 hari setelah ovulasi.
Metode ritmik ini terdiri dari :
a. Metode ritmik kalender yang merupakan metode dimana pasangan suami-istri menghindari berhubungan intim selama masa subur wanita yang berdasarkan panjang siklus menstruasi, kemungkinan waktu ovulasi, jangka waktu sel telur masih dapat dibuahi, dan kemampuan sel sperma bertahan di dalam rahim wanita. Masa subur wanita dihitung dari : (siklus menstruasi terpendek – 18) dan (siklus menstruasi terpanjang – 11). Ada baiknya mencatat siklus menstruasi minimal 3 bulan terakhir dan lebih baik lagi bila dalam 6 bulan terakhir.
Contoh: bila siklus terpendek seorang wanita adalah 25 hari, dan siklus terpanjangnya 29 hari, maka periode suburnya adalah (25 – 18) dan (29 – 11) yang berarti hubungan seksual tidak boleh dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-18 setelah menstruasi.
b. Metode lendir seviks
Merupakan metode yang cara kerjanya dengan mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Masa subur ditandai dengan ciri cairan lendir terlihat jernih, encer dan licin. Selama wanita mengalami menstruasi tidak melakukan hubungan seksual, setiap hari selama masa pre-ovulasi (berdasarkan lendir serviks) dan sampai waktu lendir masa subur muncul sampai 3 hari setelah lendir masa subur itu berhenti.
c. Metode pengukuran suhu tubuh berdasarkan perubahan temperatur.
Pengukuran dilakukan pada suhu basal (suhu ketika bangun tidur sebelum beranjak dari tempat tidur). Suhu basal akan menurun sebelum ovulasi dan agak meningkat (kurang dari 1° Celsius) setelah ovulasi. Hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan sejak hari pertama menstruasi sampai 3 hari setelah kenaikan dari temperatur.
- Efektivitas
- Kehamilan terjadi pada 9-25 per 100 wanita
- Keuntungan
- Tidak ada efek samping gangguan kesehatan,ekonomis
- Kerugian
- Angka kegagalan tinggi, tidak melindungi dari PMS, menghambat spontanitas, membutuhkan siklus menstruasi teratur.

semoga bermanfaat . :)